Wednesday, August 26, 2009

TEKNOLOGI POMPA AIR HYDRAM PNPM-MD MEWUJUDKAN IMPIAN MASYARAKAT DUSUN SERANG AKAN AIR BERSIH YANG HEMAT BIAYA

Dusun Serang adalah wilayah Kelurahan Kalikajar Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Kalikajar adalah Salah satu Kecamatan di Kabupaten Wonosobo yang terletak disebelah Timur kira-kira 10 Km dari Ibu Kota Wonosobo, yang sebagian besar wilayahnya adalah daerah pegunungan terletak di lereng Gunung Sumbing
Kecamatan Kalikajar telah 5 Kali mendapatkan Bantuan Dana PPK yaitu thn 2000, 2001, 2003, 2005, 2006 dan 1 Kali PNPM-Mandiri Perdesan Tahun 2008 .Pada Tahun 2008 Kecamatan Kalikajar mendapatkan Alokasi Bantuan Dana PNPM-MD T.A 2008 sebesar Rp.58.468.150 yang diperuntukan untuk pembangunan Sarana Air Bersih yang berlokasi di Dusun Serang.

Dusun Serang adalah salah satu dusun di Kelurahan Kalikajar yang berpenduduk 140 KK ( 602 Jiwa ) dengan RTM 276 jiwa yang sampai tahun 2008 masih mengalami kesulitan akan pemenuhan kebutuhan akan Air Bersih yang layak secara kesehatan. Hal ini disebabkan lokasi dusun terletak lebih tinggi dari lokasi mata air yang ada didusun tersebut,sehingga selama ini masyarakat masih menggunakan air dari saluran irigasi sawah untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih , ataupun mengambil air dari mata air secara mengangsu ( ambil air dengan jirigen ) untuk memenuhi kebutuhan untuk masak dan minum.


Di beberapa daerah, kebutuhan air dapat tercukupi dengan tersedianya sumber-sumber air yang mudah di dapat yang berasal dari sumur, sungai, kolam dan sumber mata air lainnya.
Sedangkan di Dusun Serang Kelurahan Kalikajar, dapat dikatakan sangat berlimpah air namun masalah topografi daerah berbukit-bukit atau pegunungan yaitu terjal, naik turun, dan jauh bila diangkut tanpa alat bantu, merupakan kesukaran kesukaran sangat spesifik setempat
Untuk mendapatkan airt tersebut banyak cara yang ditempuh untuk mengalirkan air dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang tinggi, saat ini cukup menggunakan mesin pompa air listrik ataupun dengan generator berbahan bakar (bensin atau minyak diesel).

Permasalahan dibalik itu ternyata, khususnya masyarakat petani atau masyarakat desa terutama dusun Serang masih selektif atau belum mampu memiliki alat-alat tersebut mengingat daya beli yang terbatas,Oleh karena itu dalam kerangka pembangunan masyarakat desa khususnya desa tertinggal, perlu memilih teknologi tepat guna, dalam arti memilih yaitu alat yang sesuai, bahan baku banyak tersedia dan murah, dan tidak memerlukan keterampilan yang tinggi untuk membuat, menjalankan, dan memeliharanya. Pilihan itu adalah pompa hidraulik ram atau hidram,(hydram).
Hydram adalah salah satu jenis pompa air yang bekerja tidak menggunakan tenaga listrik atau bahan bakar (bensin atau minyak diesel), tetapi hydram dapat bekerja karena dijalankan oleh tenaga air itu sendiri, dengan memanfaatkan sejumlah besar tenaga aliran air akan bekerja menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi.
Penggunaan hydram ini sangat membantu masyarakat rural atau pada daerah dengan topografi yang sulit, dalam memenuhi kebutuhan air dengan mudah dan murah, suatu manifestasi membentuk komunitas dalam budaya berperilaku Mandiri dan Adil dalam memanfaatkan sumber-sumber air untuk kehidupan sehari-hari secara bersama. PENDULUM
Dalam pendekatan isu lingkungan yang ramah lingkungan, teknologi sederhana itu sudah sejak lama digunakan dan cukup lama terlupakan dengan keberadaan mesin pompa listrik beberapa dekade lalu. Tetapi justru saat ini beberapa komunitas tertentu, para pemilik pertanian dan perkebunan, berusaha mengangkat kembali penggunaan alat ini, dengan alasan biaya yang murah, dan pemeliharaan tanpa keterampilan khusus.

PRINSIP KERJA HYDRAM
Prinsip kerja hydram adalah proses perubahan energi kinetik aliran air menjadi tekanan dinamik dan sebagai akibatnya menimbulkan palu air (water hammer) sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pipa.
Dengan mengusahakan supaya katup limbah (waste valve) dan katup pengantar (delivery valve), terbuka dan tertutup secara bergantian, maka tekanan dinamik diteruskan sehingga air naik ke pipa pengantar keluar (outlet).
Bila ke dua katup tersebut bekerja efektif dan lancar, maka keluaran air terjadi terus menerus tanpa henti.

Artikel by : herbangun ( FK Kec.Kalikajar Kab. Wonosobo)

PENCAIRAN DANA SHARING COST PNPM TIDAK TEPAT WAKTU CALON PEMANFAAT SPP KECEWA

Dalam pelaksanaan PNPM MD siklus tahun 2009, sampai dengan bulan Agustus di Kecamatan Kalikajar sudah sampai pada tahap pencairan dana sharing cost 20% APBD. Bersaman dengan bulan tersebut bertepatan dengan bulan Rhamadhan dimana calon pemanfaat SPP yang sebagian besar merupakan pedagang, pada bulan tersebut pedagang sangat membutuhkan tambahan modal untuk belanja barang daganya.

Setelah menunggu enam bulan dari sejak pengusulan pada tahap penggalian gagasan, mereka sekarang harus kecewa dengan pencairan dana PNPM yang belum terealisasi, padahal momen di bulan ini merupakan waktu yang tepat untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Dengan keterlambatan cairnya dana sharing cost APBD 20% tersebut pupus sudah harapan para pedanang calon pemanfat dana SPP untuk menambah penghasilan mereka di momen ramadhan in.
Meskipun demikian para calon pemanfaat SPP berharap kepada pemerintah daerah untuk segera merealisasikan dana sharing cost APBD tersebut sebelum menjelang lebaran, agar mereka tidak kehilangan keuntungan yang kedua kalinya.


Monday, August 24, 2009

Masih Miskin

Potensi Prospektif


Kondisi geografis wilayah Kecamatan Kalikajar yang terletak di kaki Gunung Sumbing merupakan potensi yang sanagt prospektik untuk sektor pertanian. hal ini menjadikan masyarakat Kalikajar sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, dan sbagian lagi pedagang, pegawai, karyawan, wiraswasta dan home industi.
hasil industri lokal sangat potensial untuk di kembangkan guna menunjang penigkatan pendapatan masyarakat yang bergerak di bidang industri skala rumahan dan menengah. Produk yang di hasilkan sangat beraneka ragam jenis produk di antaranya :

1. Tikar dari mendong
petani di wilayah wonosobo salah satu penghasil mendong yang dapat di andalkan. pada beberapa tahun lalu mendong tersebut di jual ke kabupaten Tasikmalaya propinsi jawa barat dalam bentuk mentah ( bahan baku ). Pada tahun 2008 masyarakat kecamatan kalikajar dan sekitarnya melaksnakan kegiatan pelatihan anyam mendong dengan dana PNPM dan mendatangkan pelatih langsung dari Kabupaten Tasikmalaya, sehingga di kecamatan kalikajar sekarang dapat menghasilkan tikar dengan alat tenun.

2. Tahu
Di Desa Maduretno merupakan sentra produksi tahu bersekala rumahan dan menengah yang yang menjadikan tumpuan ekonomi sebagian besar masyarakat desa tersebut. produk tahu yang dihasilkan dalam bentuk bervariasi,dari tahu mentah sampai dengan berbentuk kripik tahu sebagai makanan ringan.

3. Opak
Di keluranhan kalikajar, Desa tegalombo, merupakan daerah penghasil makanan ringan asli Khas Wonosobo, produk tersebut bernama OPAK bahan baku dasar dari ketela pohon. pemasaran produk ini sudah tersebar sampai ke wilayah kabupaten sekitar seperti kabupaten banjar negara, pemalang, temanggung bahkan sampai jakarta dan luar pulau jawa.
produk tersebut mempunyai lima varian rasa yaitu: pedas, gurih,bawang, ketumbar, dan manis.

4. Kerajinan dari bulu domba
di desa kwadungan telah berjalan lebih dari lima tahun tumbuh banyak usaha rumahan yang mengolah bahan baku dari bulu domba menjadi berbagai macam aksesoris, seprti : topi, sajadah, salt, taplak meja, boneka hiasan dinding dan sebagainya.

Dari kempat usaha tersebut merupakan sample potensi yang ada di wilayah kecamatan kalikajar selain sektor pertanian, dalam usahanya UPK PNPM juga turut andil mengembangkan usaha tersbut baik dari segi permodalan, pemasaran dan pembinaan usaha

Sunday, August 23, 2009

Tentang UPK Kec. kalikajar


Kecamatan Kalikajar adalah salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah. Kecamatan ini telah mengikuti program PNPM /PPK sejak tahun 1999 yaitu PPK I tahun kedua, sampai dengan saat ini Kecamatan Kalikajar telah melaksnakan PPK/PNPM sebanyak tujuh siklus program dan tahun 2009 ini dalm pelaksnaan siklus ketujuh.
Dalam pelaksananya pengelolaan program PPK maupun PNPM UPK Kec. Kalikajar dapat secara umum dapat berjalan dengan baik.
Dalam mengemban tugas UPK Kecamatan Kalikajar mempunyai

Visi : Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat miskin. Misi : Melaksanakan Program PPK/PNPM tepat pada sasaran sesuai dengan aturan dan kearifan lokal.

pelaksanaan program pNPM dari tahun-ketahun:

1. Tahun 1999/2000 PPK Rp. 1.000.000.000,-
2. Tahun 2001 PPK Rp. 1.000.000.000,-
3. Tahun 2003 PPK Rp. 1.000.000.000,-
4. Tahun 2005 PPK Rp. 1.000.000.000,-
5. Tahun 2006 PPK Rp. 1.250.000.000,-
6. Tahun 2008 PNPM Rp. 1.750.000.000,-
7. Tahun 2009 PNPM Rp. 3.000.000.000,- ( siklus berjaln tahun ini)

pada tahun ini UPK kecamatn kalikajar mendaptkaan tambahan modal untuk alokasi SPP sebanyak Rp. 655.000.000,- Oprsaional UPK 2% 59.999.000, dan total modal sampai dengan siklus tahun lalu Rp. 1.246.745.000,- sehingga total modal sampai dengan tahun ini menjadai Rp. 2.000.000.000,-
pada laporan pertanggungjawan akhir tahun 2008 lalu UPK Kecamatan kalikajar dapat membukukan alokasi untuk orang miskin10% sebnayak Rp. 19.856.500,- yang rencana aloksi tersebut akan digunakan untuk beasiswa sekolah bagi masyarakat kurang mampu di SMK Negeri I kalikajar.